
Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi secara resmi menyerahkan terjemahan bahasa Arab dari buku monumental karya cendekiawan Muslim terkemuka Ahmad Syafii Maarif berjudul Al-Islām fī Siyāq al-Khuṣūsiyyah al-Indūnīsiyyah wa al-Insāniyyah (Islam dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan) kepada MAARIF Institute.
“Hari ini, tepat satu tahun semenjak bincang santai tentang rencana penerjemahan buku ini. Saya serahkan secara resmi ke MAARIF Institute sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan pemikiran Buya Syafii,” kata Dubes Zuhairi dalam siaran pers KBRI Tunis di Jakarta, Jumat.
Menurutnya, langkah ini menjadi puncak dari inisiatif yang digagas setahun lalu, yang bertujuan untuk memperkenalkan gagasan Buya Syafii tentang Islam yang moderat, membumi dalam konteks keindonesiaan, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan universal kepada khalayak yang lebih luas di Timur Tengah.
Dubes Zuhairi menyebutkan bahwa penyerahan buku, yang berlangsung di kantor MAARIF Institute Jakarta itu, sebagai wujud penghormatan terhadap warisan intelektual Buya Syafii.
Lebih dari sekadar proyek penerjemahan, Zuhairi menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari diplomasi gagasan.
Menurutnya, semasa hidup, Buya Syafii sangat berkeinginan agar karyanya dapat diakses oleh masyarakat Arab untuk menampilkan wajah Islam Indonesia yang inklusif.
“Ini bukan sekadar terjemahan buku, tetapi bagian dari diplomasi Islam Indonesia di kawasan Timur Tengah. Kita ingin agar dunia Arab bisa mengenal bagaimana pemikiran Islam Indonesia,” katanya.
Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Andar Nubowo, menyambut gembira atas rampungnya proyek terjemahan tersebut, seperti dikutip.