Bareskrim Periksa Pandji Pragiwaksono Terkait Dugaan Penghinaan Budaya Toraja

Bareskrim Periksa Pandji Pragiwaksono Terkait Dugaan Penghinaan Budaya Toraja

Bareskrim Periksa Pandji Pragiwaksono Terkait Dugaan Penghinaan Budaya Toraja

Komika Pandji Pragiwaksono diperiksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri terkait laporkan soal dugaan penghinaan dan/atau ujaran kebencian bermuatan SARA terhadap masyarakat Toraja.

“Dapat panggilan untuk terkait kasus yang Toraja,” kata Pandji usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026).

Pemeriksaan Pandji sendiri merupakan yang pertama kali. Untuk pemanggilan sendiri terkait laporan tersebut, Bareskrim sudah melayangkan dua kali surat pemanggilan.

Namun, Pandji saat itu tidak berada di Indonesia.  “Diperiksa dari jam setengah 11,” ujar Pandji.

Pandji mengungkapkan, dalam pemeriksaan laporan tersebut, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mencecar sebanyak 48 pertanyaan.  “(Pertanyaan pemeriksaan) 48,” tutup Pandji.

Sekadar diketahui, Aliansi Pemuda Toraja melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Bareskrim Polri terkait dugaan penghinaan dan/atau ujaran kebencian bermuatan SARA terhadap masyarakat Toraja.

Pakar: Keputusan Prabowo soal Board of Peace Tepat di Tengah Gejolak Global

Pakar: Keputusan Prabowo soal Board of Peace Tepat di Tengah Gejolak Global

Presiden Prabowo

Gejolak geopolitik global kian mengarah pada eskalasi konflik terbuka seiring menguatnya unilateralisme negara-negara besar. Dalam situasi dunia yang semakin tidak pasti, Indonesia dinilai harus memperkuat kesiapan pertahanan dan persatuan nasional jika ingin tetap menjaga perdamaian.

Pandangan tersebut mengemuka dalam Focus GREAT Discussion (FGD) bertajuk “Amerika Era Donald Trump dan Gejolak Geopolitik Multiblok di Ambang Perang” yang digelar GREAT Institute. 

Direktur Geopolitik GREAT Institute, Teguh Santosa menegaskan, pentingnya prinsip inclusive security dalam menghadapi dunia yang semakin multipolar dan sarat konflik.

“Kita tidak boleh lagi menggantungkan pertahanan kepada negara yang lebih kuat, apalagi jika kekuatan itu digunakan untuk memaksakan kehendak kepada negara lain. Kasus Venezuela menunjukkan bagaimana kedaulatan negara bisa dilanggar, bahkan sampai pada penculikan presidennya,” ujar Teguh, Sabtu (31/1/2026).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (LESPERSSI), Rizal Darma Putera menilai keberanian Presiden Trump memerintahkan penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro tidak lepas dari karakter kebijakan luar negeri yang sangat personalistik.

“Margaret Hermann menyebutnya sebagai faktor idiosyncratic yang dipengaruhi kepribadian pemimpin, sementara Robert Jervis melihatnya sebagai faktor persepsi. Namun fenomena ini bukan hanya Trump. Pendekatan personalistik juga terlihat pada Vladimir Putin di Rusia, Xi Jinping di Tiongkok, bahkan Presiden Prabowo,” ungkap Rizal.

Ciduk Dua Pengedar Narkoba, Polda Metro Sita Sabu dan Happy Five Rp41 Miliar

Ciduk Dua Pengedar Narkoba, Polda Metro Sita Sabu dan Happy Five Rp41 Miliar

Polda Metro Jaya ciduk dua pengedar narkoba

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya membongkar kasus peredaran narkoba skala besar di wilayah Kota Tangerang, Banten. Dua pelaku diamankan bersama barang bukti sabu seberat 27,168 kilogram serta 5.000 butir psikotropika Happy Five (H5) senilai puluhan miliar rupiah.

“Berhasil menangkap dua orang tersangka di wilayah Kota Tangerang dengan total barang bukti 27 kg sabu dan Happy Five sebanyak 5.000 butir, yang mana nilai totalnya Rp41,7 miliar dan berhasil menyelamatkan 140 ribu jiwa dari peredaran gelap narkotika,” ujar Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Parikhesit, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Sabtu, 24 Januari 2026, dengan dua lokasi tempat kejadian perkara yang berbeda di wilayah Kota Tangerang, Banten. Dalam pengungkapan itu, dua orang tersangka diamankan, masing-masing berinisial D (36) dan S (45). Pengungkapan berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan peredaran narkoba di kawasan Tanah Tinggi, Kota Tangerang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan hingga mengarah ke lokasi pertama di depan SDN 6 Tangerang, Jalan Nyimas Melati, Kecamatan Tangerang. Di lokasi itu, polisi mengamankan tersangka D yang berada di dalam sebuah mobil Honda CR-V.

“Di TKP pertama, kami mengamankan tersangka D di dalam sebuah kendaraan mobil CR-V. Dari hasil penggeledahan, kami menemukan empat paket besar sabu, paket sabu yang telah dipecah-pecah dengan kemasan teh China, serta 5.000 butir psikotropika jenis Happy Five,” tuturnya.

kera4d

Polisi Bongkar Peredaran Ganja Modus Resi Palsu, 2 Pelaku Ditangkap!

Polisi Bongkar Peredaran Ganja Modus Resi Palsu, 2 Pelaku Ditangkap!

Polisi Bongkar Peredaran Ganja Modus Resi Palsu, 2 Pelaku Ditangkap! (Ilustrasi/Freepik)

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dan ganja dengan modus pengiriman paket online menggunakan resi palsu. Dua pria ditangkap dalam pengungkapan kasus di Tanah Tinggi, wilayah Kota Tangerang, Banten.

1. Bongkar Peredaran Sabu

“Dalam kasus tersebut, berhasil menangkap 2 pelaku tindak pidana narkotika di wilayah Tanah Tinggi Tangerang,” ujar Plt Kanit 4 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Budi Purwanto, dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, kedua tersangka yang ditangkap berinisial VA (34) dan TM (29). Dari tangan keduanya, polisi menyita narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1,16 gram dan ganja dengan berat bruto 2,3 kilogram. 

Keduanya ditangkap di dua lokasi berbeda di kawasan Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Jumat (23/1/2026). 

Ia menerangkan, dari hasil penyelidikan, tersangka VA (34) berperan sebagai pengedar di wilayah Tangerang Kota. Sementara TM (29) berperan sebagai penjaga gudang sekaligus penyimpan barang haram VA. 

Kedua pelaku masuk dalam pantauan penyidik sejak Juli 2025. Hanya saja, saat itu penyidik sempat kehilangan jejak pelaku. 

“Modus yang digunakan para pelaku cukup menarik. Mereka mengemas ganja ke dalam paket pengiriman online. Namun, seluruh stiker resi pengiriman yang ditempel merupakan resi palsu untuk mengelabui petugas jika sewaktu-waktu dicurigai. Seolah-olah pelaku sedang mengantar paket ekspedisi,” tuturnya.

Pengamat Nilai Kemandirian Alutsista RI Bukan Lagi Sekadar Wacana

Pengamat Nilai Kemandirian Alutsista RI Bukan Lagi Sekadar Wacana

Alutsista TNI

Upaya pemerintah mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional mulai menunjukkan hasil. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dalam negeri dinilai semakin kuat, meski target kemandirian penuh tanpa impor masih menghadapi tantangan struktural.

Kemandirian tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan yang mewajibkan pemenuhan kebutuhan alutsista TNI dan Polri mengutamakan produksi dalam negeri. Kebijakan ini diperkuat melalui berbagai regulasi turunan, termasuk peraturan presiden terkait kebijakan umum pertahanan negara dan penguatan ekosistem industri pertahanan nasional.

Pengamat intelijen Ridlwan Habib menilai, strategi pengadaan alutsista tanpa impor kini difokuskan pada jenis-jenis persenjataan yang teknologinya telah sepenuhnya dikuasai industri nasional.

“Untuk pengadaan tanpa impor, kita mulai dari alutsista yang teknologinya sudah kita kuasai penuh. Contohnya senapan, amunisi, kapal patroli, dan kendaraan taktis seperti Maung dan Anoa. Itu mayoritas sudah buatan dalam negeri,” ujar Ridlwan, Minggu (25/1/2026).

Sektor senjata ringan menjadi contoh paling konkret. PT Pindad (Persero) sebagai BUMN strategis telah memproduksi berbagai varian pistol, seperti G2 Combat dan Magnum, serta senapan serbu seri SS mulai dari SS1, SS2, hingga SS3 yang kini digunakan oleh TNI dan Polri.

Dikepung Banjir, Pertokoan dan Gudang di Cengkareng Jakbar Tutup

Dikepung Banjir, Pertokoan dan Gudang di Cengkareng Jakbar Tutup

Pertokoan di Cengkareng, Jakbar tutup akibat banjir

Pusat pertokoan dan gudang di daerah Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, terpaksa tidak beroperasi akibat terdampak banjir pada Jumat (23/1/2026).

Berdasarkan pantauan, banjir yang terjadi hampir menutup sebagian pintu ruko di pusat pertokoan dan gudang tersebut. Kondisi ini membuat tidak ada aktivitas dari toko-toko maupun gudang.

Terlihat sejumlah kendaraan yang berada di area pertokoan dan gudang tersebut juga turut terendam banjir. Petugas keamanan pusat pertokoan, Magrib, menyampaikan bahwa sejumlah pekerja yang sudah datang akhirnya dipulangkan kembali akibat akses menuju ruko tidak bisa dilalui.

“Tadi ada yang datang (pekerja), tapi sudah pada pulang semua,” kata Magrib saat ditemui di lokasi.

Ia menyebut kawasan tersebut sudah mulai terendam banjir sejak Kamis 22 Januari. Bahkan, hingga saat ini kondisinya belum sepenuhnya surut.

“Ini ketinggiannya sekitar 70-an sentimeter. Belum surut sepenuhnya sebelumnya. Ini baru mulai surut, tadinya sekitar 80-an,” kata Magrib.

3 Pelatih Timnas Indonesia yang Tolak Andalkan Top Skor Liga Indonesia, Nomor 1 Ivan Kolev!

3 Pelatih Timnas Indonesia yang Tolak Andalkan Top Skor Liga Indonesia, Nomor 1 Ivan Kolev!

Ivan Kolev sempat mengabaikan Ilham Jaya Kesuma di Piala AFF 2002. (Foto: Media PS TNI)

SEBANYAK 3 pelatih Timnas Indonesia yang menolak mengandalkan top skor Liga Indonesia Indonesia sempat memiliki banyak penyerang tajam di era 2000-an awal seperti Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas, Ilham Jaya Kesuma, Zaenal Arief hingga Boaz Solossa.

Bahkan beberapa nama di atas sempat menjadi top skor Liga Indonesia. Meski menjadi top skor Liga Indonesia, tenaga penyerang-penyerang ini justru tidak diandalkan di Timnas Indonesia.

Ada beberapa alasan kenapa mereka tidak disertakan. Salah satunya karena gaya permainan mereka tidak sesuai dengan sang pelatih Timnas Indonesia. Lantas, siapa saja pelatih yang dimaksud?

Berikut 3 pelatih Timnas Indonesia yang menolak mengandalkan top skor Liga Indonesia:

1. Ivan Kolev

Ivan Kolev dua kali menjadi pelatih Timnas Indonesia, tepatnya pada 2002-2004 dan 2007. Saat memimpin Timnas Indonesia di Piala AFF 2002, Ivan Kolev membuat keputusan mengejutkan.

Ia memilih meninggalkan nama top skor Liga Indonesia 2002, Ilham Jaya Kesuma. Saat itu, Ilham Jaya Kesuma yang bermain untuk Persita Tangerang, mencetak 26 gol dari 29 pertandingan Liga Indonesia 2002.

Alih-alih memanggil Ilham Jaya Kesuma, Ivan Kolev memilih mengandalkan Bambang Pamungkas, Gendut Doni, Budi Sudarsono dan Zaenal Arief.

https://outsidecontrol.com

Bursa Transfer Persib Bandung: Bojan Hodak Datangkan 5 Pemain Baru pada Januari 2026?

Bursa Transfer Persib Bandung: Bojan Hodak Datangkan 5 Pemain Baru pada Januari 2026?

Layvin Kurzawa segera diresmikan sebagai pemain Persib Bandung. (Foto: Instagram/@kurzawa)

PERSIB Bandung berpotensi mendatangkan lima pemain baru tambahan di bursa transfer Januari 2026 atau paruh kedua musim. Mengutip dari Transfermarkt, ada lima pemain yang dikait-kaitkan dengan Persib Bandung.

Sebanyak lima pemain yang dimaksud adalah Alberto Rodriguez (Mohun Bagan SG), Layvin Kurzawa (Tanpa Klub), Cyrus Margono (Tanpa Klub), Marko Dugandzic (Tanpa Klub) dan Terence Kongolo (Tanpa Klub)

1. Persib Bandung Konfirmasi Datangkan 1 Pemain

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, mengatakan kemungkinan hanya mendatangkan satu pemain baru di bursa transfer paruh musim. Satu-satunya pemain itu adalah pesepakbola asing, bukan pemain lokal.

“Pemain baru kemungkinan cuma paling-paling kemungkinan cuma satu. Asing ya. Rencana asing,” kata Umuh Muchtar.

Berhubung ada kata “kemungkinan”, bisa saja lebih dari satu pemain yang didatangkan Persib Bandung. Saat ini ada satu pemain yang kencang disebut akan gabung Persib Bandung, yakni Layvin Kurzawa.

Mantan pemain Paris Saint-Germain (PSG) itu dikabarkan dikontrak Persib Bandung enam bulan. Ia disebut-sebut akan diperkenalkan sebagai pemain anyar Persib Bandung akhir pekan ini.

“Ya untuk berita agar biar tidak simpang siur, ya, tunggu aja nanti. Mungkin besok atau lusa ada yang latihan penambahan dan tidaknya ketahuan,” lanjut Umuh Muchtar.

Kera4d

Bursa Transfer Persija Jakarta: Macan Kemayoran Datangkan 7 Pemain Baru Tambahan pada Januari 2026?

Bursa Transfer Persija Jakarta: Macan Kemayoran Datangkan 7 Pemain Baru Tambahan pada Januari 2026?

Shayne Pattynama dikabarkan segera gabung Persija Jakarta.

BURSA transfer Persija Jakarta di paruh musim Super League 2025-2026 akan Skuad Macan Kemayoran -julukan Persija Jakarta- telah mendatangkan dua pemain baru pada Januari 2026, yakni Fajar Fathurrahman yang didatangkan dengan status gratis, serta meminjam Alaeddine Ajaraie dari klub Liga India, NorthEast United.

Demi mengejar gelar juara Super League 2025-2026, manajemen Persija Jakarta disinyalir akan mendatangkan pemain baru tambahan. Siapa saja?

1. Dirumorkan Gaet 7 Pemain Tambahan

Mengutip dari Transfermarkt, ada tujuh pemain yang dikait-kaitkan dengan Persija Jakarta. Sebut saja Shayne Pattynama (fullback kiri – Buriram United), Ivar Jenner (gelandang – Jong Utrecht), Paulo Ricardo (bek – tanpa klub), Pedro Caracoci (kiper – Uberlandia EC), Asir Aziz (winger – PSPS Pekanbaru), Ricky Kambuaya (gelandang – Dewa United) dan Rodrigo Bassani (gelandang – Bucheon SC).

Dari tujuh pemain di atas, nama Ivar Jenner dan Shayne Pattynama paling menarik perhatian. Disebut menarik perhatian karena keduanya berstatus pemain Timnas Indonesia yang belum pernah berkarier di Tanah Air.

Jika benar ke Indonesia, Ivar Jenner dan Shayne Pattynama akan mengikuti banyak pemain diaspora yang memilih pulang ke negeri leluhurnya. Pada bursa transfer awal musim, sejumlah pemain diaspora memilih pulang ke Indonesia seperti Thom Haye (Persib Bandung), Eliano Reijnders (Persib Bandung), Jens Raven (Bali United), Rafael Struick (Dewa United) dan Jordi Amat (Persija Jakarta).

2. Paulo Ricardo Lolos Tes Medis

Bek asal Brasil, Paulo Ricardo, dikabarkan sudah mendarat di Jakarta. Pesepakbola 31 tahun ini disebut-sebut sudah menjalani tes medis sebagai salah satu persyaratan gabung Persija Jakarta.

kera4d

Kisah Peter Withe yang Hampir Kena Tonjok Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2007

Kisah Peter Withe yang Hampir Kena Tonjok Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2007

Peter Withe hampir ditonjok Budi Sudarsono di Piala AFF 2007. (Foto: Instagram/@peter.withe)

KISAH Peter Withe yang hampir kena tonjok pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2007 Peter Withe memimpin Timnas Indonesia pada awal 2004.

Di awal karier kepelatihan bersama Timnas Indonesia, Peter Withe hampir mencetak sejarah untuk sepakbola Indonesia, yakni mengantarkan skuad Garuda juara Piala AFF untuk pertama kali. Sayangnya, Timnas Indonesia kalah agregat 2-5 dari Singapura di final Piala AFF 2004.

1. Situasi Panas di Piala AFF 2007

Jelang menjadi tuan rumah Piala Asia 2007, Timnas Indonesia turun di Piala AFF 2007 yang digelar di Thailand dan Singapura pada 12 Januari hingga 4 Februari 2007. Setelah membawa Timnas Indonesia finis runner-up di Piala AFF 2004, Peter Withe membuat keputusan mengejutkan jelang tampil di Piala AFF 2007.

Ia meninggalkan beberapa pemain top seperti Firman Utina dan Eka Ramdani. Peter Withe dinilai terlalu memaksakan mengandalkan pemain-pemain kesayangannya seperti Ilham Jaya Kesuma, penyerang yang di Piala AFF 2007 baru pulih dari cedera.

Efek ketiadaan gelandang berkualitas dan mengandalkan penyerang yang baru pulih dari cedera, Timnas Indonesia hancur lebur di Piala AFF 2007. Skuad Garuda finis di posisi tiga Grup A dengan lima angka, sama persis dengan Singapura dan Vietnam di tempat satu dan dua.

Singapura menempati posisi satu dan dua klasemen akhir Grup A Piala AFF 2007 karena memiliki selisih gol lebih baik. Selisih gol Singapura saat itu adalah +11, Vietnam +9 dan Indonesia +2.

https://uniquepatterns.com