Dalam halal bihalal ini, Prabowo didampingi Menteri Koordinator Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pertahanan Sjafrie Samsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.
Sementara itu, purnawirawan TNI AD yang hadir a.l. Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno, Mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan lain-lainnya. Selain tamu dari kalangan TNI, hadir pula pengusaha Arsjad Rasjid dan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwana ke-10.
Dalam acara ini, presiden memberikan sambutan khusus. Dalam sambutannya, dia menyapa seluruh tamu kehormatan yang hadir baik purnawirawan TNI dan keluarga besar TNI-Polri. Dia mengaku jarang hadir di acara seperti halal bihalal ini. Namun, kali ini dia menyanggupi karena jadwalnya sesuai.
“Pempinan PPAD menyampaikan undangan dan saya lihat saya bisa hadir dan bagi saya ini suatu kehormatan,” katanya.
Sebagai purnawirawan, Prabowo menceritakan sebagai prajurit muda, dia meyakini hidup dan jiwanya sudah menjadi milik negara. Dia pun mengaku beruntung digembleng sebagai prajurit oleh angkatan ’45.
“Angkatan 45 adalah generasi yang memimpin perebutan kemerdekaan kita. Mereka yang di kelompok bersenjata dan tidak bersenjata tapi sama-sama berjuang. Angkatan ini memiliki ciri khas yang sangat khas. Saya kira mereka yang merasakan hubungan langsung dengan angkatan 45 akan membenarkan pendapat saya,”
Tidak hanya dirinya, dia menyebutkan Try Sutrisno dan ayahanda Sri Sultan juga merasakan relasi dengan angkatan 45. Menurut Prabowo, sikap yang mencerminkan angkatan 45 adalah penuh patriotisme yang berkobar-kobar, cinta Tanah Air, dan kepercayaan diri menghadapi negara-negara adikuasa.
“Belanda pada zamannya adalah adikuasa, the Dutch Empire,” ujarnya. Oleh karena itu, dia menghargai dan menghormati angkatan 45.
Lufthansa Group menyatakan bahwa seluruh maskapai di bawah naungannya akan menghindari wilayah udara Pakistan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Keputusan ini berdampak pada waktu tempuh yang lebih lama untuk rute ke Asia, seperti Delhi, Bangkok, dan Ho Chi Minh City.
Air France juga mengumumkan penangguhan penerbangan melalui Pakistan, dengan alasan “perkembangan ketegangan terkini” antara India dan Pakistan. Maskapai ini menyesuaikan jadwal dan rencana penerbangan untuk tujuan-tujuan tersebut, yang mengakibatkan waktu tempuh yang lebih lama.
Dilansir dari Reuters, Senin (5/5/2025), data pelacakan penerbangan menunjukkan bahwa beberapa penerbangan dari British Airways, Swiss International Air Lines, dan Emirates mengalihkan rute mereka ke utara menuju Delhi untuk menghindari wilayah udara Pakistan, setelah melintasi Laut Arab.
Penerbangan Lufthansa LH760 dari Frankfurt ke New Delhi harus menempuh waktu hampir satu jam lebih lama pada Minggu karena mengambil rute yang lebih panjang.
Selain jarak tempuh yang lebih jauh dan biaya bahan bakar yang lebih tinggi bagi maskapai, perubahan rute ini diperkirakan akan mengurangi pendapatan Pakistan dari biaya penerbangan lintas wilayah udara, yang dapat mencapai ratusan dolar per penerbangan, tergantung pada berat pesawat dan jarak yang ditempuh.
Adapun ketegangan antara India dan Pakistan meningkat setelah serangan pada 22 April 2025 di Pahalgam, Kashmir, yang menewaskan 26 wisatawan, sebagian besar warga India. India menuduh kelompok militan yang berbasis di Pakistan bertanggung jawab atas serangan tersebut, sementara Pakistan membantah keterlibatan dan menawarkan kerja sama dalam penyelidikan internasional.
Sebagai respons, India menutup wilayah udaranya untuk maskapai Pakistan, sementara Pakistan melarang maskapai yang dimiliki atau dioperasikan oleh India, menangguhkan perdagangan, dan menghentikan visa khusus untuk warga India.
Meskipun demikian, Pakistan tetap mengizinkan maskapai internasional menggunakan wilayah udaranya.
Seperti diketahui Soemtoro sempat menjabat Menteri Perdagangan dan Industri (1950 – 1951) pada Kabinet Natsir pada era orde lama, dan pada Kabinet Pembangunan I (1968-1973) era orde baru.
Dalam sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Senin (5/5/2025), Prabowo berbicara mengenai keberhasilan Indonesia menjaga laju inflasi. Sehingga salah satu tolok ukur yang bisa terlihat adalah dari stok hingga harga pangan.
“Dan saya waktu anak kecil orang tua saya (menjabat) menteri perdagangan, jadi saya lihat setiap lebaran akhir tahun orang tua saya tegang. Pak Mitro (Soemitro) itu kumpulin setiap item dicek sampai Pak Mitro pernah di Tanjung Priok di dermaga nungguin kapal,” kata Prabowo.
“Pemerintah waktu itu mau intervensi karena krisis pangan harga menjulang sehingga pemerintah intervensi bertindak menjamin di hari kritis bahan-bahan tersedia,” sambung Prabowo.
Namun kini setelah dirinya bersama Kabinet Merah Putih berhasil menjaga stabilitas harga pangan, pada waktu yang biasanya sulit dikendalikan seperti akhir tahun, Natal, dan Lebaran.
“Alhamdullilah akhir tahun natal dan lebaran tahun ini di masa pemerintahan kita harga-harga aman, stok pangan tersedia, ini pekerjaan saudara-saudara sekalian,” kata Prabowo.
Selain itu Prabowo juga mendapatkan laporan, bahwa penyelenggaraan mudik pada era kepemimpinannya merupakan yang terbaik sepanjang seharah. Melihat angka kecelakaan yang terendah dalam atau turun 30% juga meningkatnya jumlah pemudik dari tahun sebelumnya.
Direktur Utama VKTR, Gilarsi Wahju Setijono Senin (5/5/2025) mengatakan, hal ini merupakan kelanjutan dari pemesanan sebelumnya, yaitu 72 unit bus listrik yang telah beroperasi, dimana 20 unit dioperasikan oleh Sinarjaya dan 52 unitnya dioperasikan oleh Mayasari Bakti.
Seperti diketahui, emiten bus listrik Grup Bakrie ini pada kuartal I tahun 2025 mengalami penurunan laba bersih sebesar 84% secara tahunan dari Rp 21 miliar menjadi Rp 3,3 miliar yang disebabkan oleh kenaikan harga pokok penjualan dan kurs dolar. Mengutip keterangan resminya, pendapatan bersih VKTR naik tipis sebesar 6% secara tahunan dari Rp205 miliar pada 1Q24 menjadi Rp218 miliar meskipun penjualan otomotif nasional masih belum membaik.
Sementara itu, total aset tumbuh 3% secara tahunan menjadi Rp1,6 triliun per 31 Maret 2025, dari Rp1,6 triliun per 31 Desember 2024, seiring selesainya pembangunan pabrik Magelang yang ke depannya diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi kendaraan listrik.
Sejalan dengan ekspansi ini, total liabilitas naik 11% secara tahunan menjadi Rp502 miliar dari Rp453 miliar, disebabkan oleh kenaikan utang untuk mendukung modal kerja perusahaan.
Melansir PsyPost, Senin(5/5/2025), penelitian ini melibatkan lebih dari 24.000 partisipan di Amerika Serikat yang tidak mengidap demensia saat studi dimulai. Mereka dipantau selama hampir dua dekade untuk melihat kaitan antara status pernikahan dan risiko demensia.
Awalnya semua kelompok yang tidak menikah, termasuk yang bercerai, duda/janda, dan belum pernah menikah tampak memiliki risiko demensia lebih rendah dibanding kelompok yang menikah. Namun setelah mempertimbangkan faktor lain seperti kebiasaan merokok dan depresi, hanya individu yang bercerai dan belum pernah menikah yang tetap menunjukkan risiko lebih rendah.
Menariknya, perbedaan ini paling konsisten terlihat pada jenis demensia Alzheimer, bukan pada demensia vaskular yang lebih jarang terjadi. Selain itu, mereka yang menjadi duda atau janda selama periode studi juga memiliki kecenderungan risiko demensia yang lebih rendah.
Sebelumnya, sejumlah penelitian menyimpulkan orang menikah cenderung lebih sehat dan berumur lebih panjang. Namun peneliti menyebut adanya kemungkinan bias deteksi dan pasangan menikah lebih mungkin menyadari gejala demensia sejak dini dan mendorong pasangannya untuk memeriksakan diri ke dokter, sehingga lebih cepat terdiagnosis.
Meski begitu, bias ini tidak terlalu kuat karena seluruh peserta penelitian mendapatkan pemeriksaan tahunan dari dokter. Faktor lain yang mungkin memengaruhi adalah keterbatasan dalam keberagaman etnis dan pendapatan dalam sampel penelitian, serta dominasi peserta yang sudah menikah.
Penelitian ini menjadi salah satu yang terbesar dalam meneliti hubungan status pernikahan dan kesehatan otak. Hasilnya menggambarkan dampak hubungan dan transisi pernikahan terhadap kesehatan kognitif jauh lebih kompleks dari yang selama ini diasumsikan. Selain fokus pada status pernikahan, studi ini mendorong pemahaman baru tentang kualitas hubungan, dukungan sosial, serta kepuasan pribadi mungkin lebih berpengaruh dalam menjaga kesehatan otak di masa tua.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membeberkan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan dalam menggarap proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di dalam negeri yang belum kunjung terealisasi. Seperti diketahui DME digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk menggantikan LPG (Liquefied Petroleum Gas)
Direktur Utama PTBA Arsal Ismail mengungkapkan terdapat berbagai tantangan yang dihadapi oleh perusahaan untuk menggarap proyek tersebut. Salah satunya adalah kendala terkait nilai keekonomian produk yang akan dihasilkan.
Arsal menyebutkan, estimasi harga DME yang akan dihasilkan oleh pihaknya lebih tinggi dibandingkan asumsi keekonomian pemerintah. Dia memperhitungkan, harga DME yang dihasilkan di dalam negeri mencapai US$ 911- 987 per ton yang mana lebih tinggi dari asumsi pemerintah sebesar US$ 617 per ton.
“Nah, kami tentunya menyadari bahwa proyek DME ini masih menghadapi sejumlah tantangan utama. Pertama adalah tantangan keekonomian, di mana estimasi harga DME hasil produksi masih lebih tinggi dari harga patokan yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM, dan juga analisa perhitungan kami masih lebih tinggi dari harga LPG impor,” jelas Arsal dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (5/5/2025).
Adapun, dia mengatakan bahwa kesenjangan harga keekonomian tersebut berpotensi untuk memperbesar nilai subsidi yang harus digelontorkan oleh pemerintah. Lebih lanjut, tantangan lain juga dihadapi dalam menggarap proyek DME dalam negeri termasuk tantangan teknis.
Arsal menyebutkan, Pertamina sebagai salah satu partner dalam menggarap proyek DME bersama pihaknya sudah menyampaikan bahwa ada tantangan berupa keterbatasan infrastruktur. Dia mengungkapkan diperlukan infrastruktur berupa pipa sepanjang 172 kilometer (km) untuk mendistribusikan DME pada konsumen.
“Kebutuhan konversi infrastruktur, seperti jalur distribusi dan perangkat kompor rumah tangga yang kompatibel dengan DME, jadi jaraknya itu kurang lebih 172 km, serta perlunya kesiapan jaringan niaga dan distribusi bahan bakar alternatif ini secara luas,” paparnya.
Adapun, dalam paparannya Arsal mengatakan terdapat tantangan lain seperti kondisi kelebihan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) khususnya di wilayah Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel) yang berdampak pada dibutuhkannya biaya tambahan untuk bisa mendistribusikan DME pada wilayah yang kekurangan LPG.
“Proyek DME akan lebih berdampak apabila diperuntukkan untuk wilayah yang memang defisit LPG, seperti Kalimantan,” terangnya.
Selain itu, ada pula tantangan lainnya seperti DME yang memiliki kalori lebih rendah sehingga memerlukan waktu memasak yang lebih lama. Dia juga menyebutkan bahwa DME memerlukan kompor khusus sehingga terdapat risiko apabila terjadi stock out DME. Terakhir, diperlukannya pembahasan lebih lanjut mengenai strategi manajemen karbon yang akan diterapkan dalam proyek DME di Tanah Air.
Diminati Investor China
Pada kesempatan itu, Arsal mengatakan ada perusahaan asal China yang menunjukkan minat untuk menggarap proyek tersebut di Indonesia. Perusahaan tersebut yakni East China Engineering Science and Technology Co. Ltd. (ECEC).
Arsal mengatakan, sejak perusahaan petrokimia asal Amerika Serikat (AS) yakni Air Products pada awal tahun 2023 lalu hengkang dari rencana investasi proyek DME di Indonesia, pihaknya terus mencari investor lainnya termasuk dari Negeri Tirai Bambu.
“Kami sudah berkoordinasi dengan CNCEC, CCESCC, ECEC, dan beberapa perusahaan lain. Ini kalau di Cina, ini banyak CCCC ini, singkatnya, gitu kan, yang China Corporation, gitu, kan. Nah, dari seluruh calon mitra tersebut, baru ECEC, gitu, ya, yang menyatakan minat menjadi mitra investor,” bebernya.
Dia menyebutkan, perusahaan asal China yang minat tersebut sudah mengajukan proposal awal pada 18 November 2024 lalu. Salah satu yang tertulis dalam proposal tersebut adalah biaya pemrosesan atau processing service fee (PSF) yang diajukan oleh ECEC sebesar US$ 412-488 per ton.
Meskipun memang, Arsal mengatakan bahwa minat China dalam menggarap proyek DME dalam negeri belum menunjukkan minat untuk berinvestasi penuh di Indonesia.
“Di sisi lain, PTBA tetap melanjutkan persiapan proyek secara paralel. Jadi, saat ini, kami telah berhasil melakukan pembebasan lahan seluas 198 hektare atau sekitar 97% dari total kebutuhan lahan yang pada saat itu sebesar 203 hektare,” imbuhnya.
Batu Bara Mau Disulap Synthetic Natural Gas (SNG)
Bukan cuma DME, Arsal juga mengungkapkan bahwa perusahaan memiliki inisiatif hilirisasi batu bara selain menjadi Synthetic Natural Gas (SNG), artificial graphite, anoda sheet, hingga asam humat. Arsal mengatakan, keseluruhan rencana tersebut akan berpusat di Kawasan Industri tanjung Enim, Sumatera Selatan.
“Nah, kawasan ini letaknya kurang lebih 216 km dari Palembang. Kalau jadi nanti ke sana, ya, kurang lebih kalau jalan darat, itu meskipun sudah ada jalan tol, masih ada waktu, kalau pakai patwal, kurang lebih 3,5 jam lah,” ujarnya.
Khusus hilirisasi batu bara menjadi SNG, Arsal mengatakan pihaknya bersama dengan PT PGN Persero menilai SNG dari batu bara tersebut bisa menggantikan posisi Liquefied Natural Gas (LNG) termasuk untuk kebutuhan dalam negeri.
“Proyek ini tentunya bertujuan untuk mencari alternatif solusi kebutuhan gas nasional, yang harapannya dapat menambah diversifikasi portofolio energi gas nasional,” paparnya.
Adapun, dia mengungkapkan bahwa rencana dari proyek hilirisasi batu bara menjadi SNG tersebut akan memanfaatkan hingga 8,7 juta ton batu bara kalori rendah yang bisa menghasilkan hingga 240 BBTUD SNG.
Nantinya, pihaknya akan menjadi pemasok batu bara hingga pembangunan pabrik dan konversi. Sedangkan PGN akan menjadi penyedia infrastruktur rencana proyek tersebut.
Lebih lanjut, dia mengatakan estimasi biaya untuk merealisasikan proyek tersebut mencapai US$ 3,2 miliar setara Rp 52,65 triliun (asumsi kurs Rp 16.453 per US$).
“Skema visi yang disiapkan dalam proyek ini adalah PTBA sebagai coal supplier atau pemasok batubara, pembangunan pabrik dan konversi dilakukan oleh perusahaan pengelola atau processing company berbentuk joint venture antara PTBA, PGN, dan Mitra Teknologi. Jadi, kami nanti akan terlibat tidak hanya sebagai coal supplier, tapi juga di dalam joint venture-nya,” imbuhnya.
Saat ini, pihaknya bersama dengan PGN tengah menyusun Head of Agreement (HOA) yang mana dalam waktu dekat, Arsal mengatakan pihaknya akan menyusun feasibility study (FS) untuk mengevaluasi aspek teknis, keekonomian, hingga formulasi harga yang kompetitif.
“Berdasarkan kajian sementara di tahun 2024, SNG yang dihasilkan ini nanti diproyeksikan akan kompetitif dibandingkan dengan harga LNG impor,” ujarnya.
“Kami prediksi dalam durasi sampai tanggal 11 itu kita masih perlu waspada, atau bahkan siaga,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (4/3/2025).
Menurut Dwikorita saat ini masih dalam tahap tanggap darurat bencana. Sehingga ia akan bersama BNPB akan melakukan modifikasi cuaca dalam waktu dekat.
“Kami tadi dikoordinasikan oleh bapak Menko PMK dan BNPB akan melakukan modifikasi cuaca. Konsepnya adalah menghalangi awan-awan yang bergerak ke daerah yang rawan dijatuhkan sebelum masuk ke area rawan,” katanya.
“Jadi dijatuhkannya misalnya masih di laut. Jadi tidak dijatuhkan di darat. Nanti banjirin yang di darat. Konsepnya seperti itu. Karena kalau di darat, nanti banjir tempatnya,” sambungnya.
Jawa Barat, Jakarta Sampai Bengkulu Siap Siaga
Rencananya modifikasi cuaca ini akan dilakukan di kawasan Jawa Barat (Jabar), karena merupakan daerah paling rentan.
“Di Puncak kan nanti bisa jadi sumber banjir ke hilir juga. Tidak hanya kena Jawa Barat tapi juga bisa mengalir ke arah utara ke Jakarta,” katanya.
“Untuk besok prioritas di Jawa Barat karena memang paling rentan di Jawa Barat dan terutama ini di daerah pegunungan, di puncak. Kan nanti bisa jadi sumber banjir ke hilir juga. Tidak hanya kena Jawa Barat, tapi juga bisa mengalir ke arah utara, ke Jakarta, sungai-sungainya kan juga mengalir ke Utara,” sambungnya.
Dwikorita berharap dengan adanya modifikasi cuaca ini dapat mengurangi intensitas hujan. Namun Dwikorita mengimbau untuk terus waspada dan siaga hingga tanggal 11 Maret mendatang.
Adapun beberapa wilayah yang perlu diwaspadai adalah Jawa Barat, Banten, Jakarta, Lampung, sebagian Palembang, dan Bengkulu.
Amerika Serikat dan Ukraina akhirnya menandatangani perjanjian strategis terkait pengelolaan sumber daya mineral. Kesepakatan yang telah lama dinanti ini memberi Washington akses istimewa terhadap sumber daya alam Ukraina, mulai dari mineral tanah jarang, minyak, gas hingga mineral strategis lainnya dengan imbal balik berupa pembentukan dana investasi rekonstruksi pasca-perang.
Langkah ini dipandang sebagai manifestasi dari dorongan Presiden AS Donald Trump untuk memperoleh “kompensasi nyata” atas bantuan besar yang telah diberikan Washington kepada Kyiv sejak invasi Rusia dimulai pada awal 2022.
“Kesepakatan ini menjadi sinyal jelas bagi Rusia bahwa Pemerintahan Trump berkomitmen pada proses perdamaian yang berpusat pada Ukraina yang bebas, berdaulat, dan makmur dalam jangka panjang,” ujar Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebagaimana dilansir CNBC International, Jumat (2/5/2025).
Sejak dilantik kembali pada Januari, Trump secara terbuka menyuarakan tekadnya untuk meraih kesepakatan ekonomi dengan Ukraina, khususnya yang menyangkut pengembangan bersama sumber daya strategis.
Trump menyatakan bahwa kesepakatan ini adalah bentuk “bayaran” atas pengeluaran miliaran dolar AS dari kas negara untuk mendukung perlawanan Ukraina terhadap agresi Rusia.
“Saya ingin dilindungi. Saya tidak ingin terlihat bodoh di hadapan dunia,” tegas Trump.
Presiden AS itu juga mengonfirmasi bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengenai kesepakatan mineral ini saat keduanya menghadiri pemakaman Paus Fransiskus minggu lalu.
Hak-Hak Ukraina
Menteri Pembangunan Ekonomi dan Perdagangan Ukraina, Yulia Svyrydenko, menggarisbawahi bahwa kesepakatan tersebut mencerminkan kemitraan setara antara Kyiv dan Washington. Dalam pernyataan melalui platform X, ia menekankan bahwa Ukraina tetap memegang kendali atas lokasi dan jenis ekstraksi sumber daya.
“Penting bahwa kesepakatan ini akan menjadi sinyal bagi pelaku global lainnya bahwa kerja sama jangka panjang dengan Ukraina adalah pilihan yang aman dan menguntungkan – untuk dekade-dekade ke depan,” ujar Svyrydenko.
Ia juga menyampaikan bahwa dana investasi akan dikelola secara seimbang, 50-50 antara kedua negara, tanpa ada pihak yang memegang hak suara dominan.
Meski di permukaan kesepakatan ini terlihat menjanjikan, sejumlah pengamat menilai bahwa Ukraina terpaksa menerima persyaratan yang secara de facto menempatkannya pada posisi subordinat.
Ed Verona, peneliti senior di Atlantic Council’s Eurasia Center yang berfokus pada bantuan rekonstruksi Ukraina, menyebut bahwa kesepakatan ini bisa mengerdilkan kedaulatan Ukraina.
“Kyiv tampaknya tidak punya banyak pilihan selain menerima ketentuan yang menjadikannya semacam koloni virtual,” ujar Verona.
Ia menggarisbawahi sejumlah pertanyaan krusial yang dapat membayangi masa depan kesepakatan ini, termasuk apakah perlu diratifikasi oleh parlemen Ukraina, kemungkinan amandemen dalam proses tersebut, dan minat investor terhadap proyek jangka panjang yang bersifat padat modal.
“Sejarah perjanjian sumber daya mineral menunjukkan banyak alasan untuk meragukan ketahanan jangka panjang dari kesepakatan seperti ini,” tambahnya.
Verona pun mengutip pengalaman Rusia di era 1990-an sebagai contoh bagaimana perjanjian bagi hasil produksi dapat runtuh akibat perubahan politik. Ia memperingatkan bahwa investor AS kemungkinan besar akan enggan mempertaruhkan dana pemegang saham mereka dalam kerangka kerja yang dianggap tidak seimbang.
“Saya curiga hanya sedikit investor serius AS yang bersedia mengambil risiko dengan ‘kesepakatan’ yang secara terang-terangan berat sebelah ini,” tuturnya.
Pasar keuangan Indonesia diharapkan kembali mencatat kinerja positif menjelang akhir pekan ini.
Pada perdagangan Rabu (30/4/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,44% ke level 6.766,79, memperpanjang reli dari awal pekan yang ditopang oleh euforia laporan keuangan bank-bank besar.
Volume transaksi mencapai Rp14,48 triliun, menandakan peningkatan partisipasi pasar. Saham PT Bank Central Asia (BBCA )menjadi motor penggerak IHSG dengan kontribusi 6,82 poin indeks, disusul PT Telkom Indonesia (TLKM), PT Indofood Sukses Makrmur (INDF), PT Kalbe Farma (KLBF), dan PT , dan PT. Chandra Asri Pacific Tbk TPIA.
Di pasar mata uang, rupiah menutup perdagangan di level Rp16.595/US$, terapresiasi 0,95%, penguatan harian terbesar sejak awal 2025.
Tekanan terhadap dolar AS (DXY) yang hanya menguat tipis 0,08% ke 99,31 memberikan ruang bagi rupiah untuk melesat. Stabilnya suku bunga acuan BI di level 5,75% serta kabar dari UBS yang menaikkan peringkat pasar Indonesia menjadi overweight, menjadi katalis positif tambahan.
Minimnya outflow akibat selesainya repatriasi dividen juga membantu menjaga stabilitas pasar valas, seiring meningkatnya minat terhadap aset berisiko di negara berkembang.
Pasar obligasi pun menunjukkan kekuatan. Yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun ditutup di 6,851%, turun dari posisi 6,874% sehari sebelumnya. Ini menandakan masih kuatnya permintaan investor terhadap instrumen pendapatan tetap Indonesia di tengah ketidakpastian eksternal.
Dalam unggahan di akun Instagram-nya, @anawribrahim_my, yang dikutip Jumat (2/5/2025), Anwar menyebut percakapan itu berfokus pada isu-isu strategis yang menyangkut kepentingan bersama negara-negara Asia Tenggara. Salah satu topik utama yang dibahas adalah respons ASEAN terhadap tarif balasan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap beberapa negara di kawasan.
“Saya maklumkan bahawa Malaysia melalui Menteri Pelaburan, Perdagangan dan Industri (MITI), telah mengadakan perbincangan langsung dengan pihak AS baru-baru ini,” kata Anwar dalam unggahannya.
Malaysia, sebagai ketua pada tahun ini, membawa serta suara kolektif kawasan untuk membuka ruang dialog dan negosiasi dengan Washington. Anwar menekankan pentingnya negara-negara ASEAN bertindak secara kohesif dan dalam semangat kesatuan.
“Saya tekankan pentingnya ASEAN bertindak secara kohesif dalam semangat kesatuan untuk memperkukuh kedudukan bersama serta melindungi kepentingan jangka panjang rantau ini,” tegasnya.
Selain isu perdagangan, percakapan Anwar dengan para pemimpin ASEAN juga mencakup situasi di Myanmar yang masih dilanda konflik internal dan kekerasan bersenjata setelah kudeta militer [ada 2021. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah mengadakan pertemuan dengan dua pihak penting yang mewakili konflik di negara tersebut.
“Saya juga memaklumkan mengenai hasil pertemuan saya dengan Jeneral Kanan Min Aung Hlaing dari Majlis Pentadbiran Negara (SAC) Myanmar serta U Mahn Win Khaing Than daripada Kerajaan Perpaduan Nasional (NUG) di Bangkok baru-baru ini,” ungkapnya.
Anwar juga mengapresiasi respons positif dari para pemimpin yang ia hubungi.
“Dalam semangat persahabatan serantau, Brunei, Lao PDR dan Indonesia menyatakan sokongan terhadap usaha Malaysia untuk menggalakkan dialog yang konstruktif demi kestabilan Myanmar dan keamanan seluruh ASEAN,” jelasnya.